KPU Kota Kediri – Tradisi literasi dikalangan masyarakat dinilai sangat rendah terutama terkait literasi demokrasi, mendorong KPU Jawa Timur memfasilitasi Webinar Nasional Literasi Demokrasi yang digawangi oleh KPU Kota Blitar. Hal ini disampaikan oleh Komisioner KPU Jawa Timur Divisi Sosdiklih Parmas Gogot Cahyo Baskhoro saat menjadi narasumber pada acara tersebut (Kamis, 10/6). Gogot berharap pasca webinar ini para penggiat pemilu terutama KPU Kabupaten/Kota untuk giat dalam mempublikasikan kegiatan ataupun hasil pemilu melalui buku sehingga dapat dijadikan referensi bagi pelaksanaan pemilu dan pemilihan dimasa yang akan datang. Selain itu lemahnya literasi demokrasi merupakan tantangan bagi penyelenggara pemilu untuk mengubah tradisi literasi dikalangan masyarakat termasuk para penyelenggara agar kualitas demokrasi meningkat.

Hasil Tangkap layar pelaksanaan Webinar Nasional literasi demokrasi

Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Nurani Soyomukti Komisioner KPU trenggalek yang juga menjadi salah satu narasumber bahwasannya literasi demokrasi masih sangat minim di Indonesia. “Sesuai data yang ada menunjukan fakta bahwa budaya literasi di Indonesia dalam pengertian baca dan tulis sangat rendah pada kisaran nol persen. Situasi ini jauh bila dibandingkan di negara negara maju. Sehinga ini akan mempengarui kualitas demokrasi baik pada pemahaman demokrasi electoral hingga demokrasi kebangsaan,” papar Nurani.
Ditambahkan juga oleh Subairi, Komisioner KPU Kota Surabaya, selain dalam bentuk tulisan, literasi pada era modern juga dapat dilakukan dalam bentuk literasi visual dalam bentuk video atau gambar. Artinya buntuk inovasi dalam menumbuhkembangkan tradisi literasi dalam sosialisasi penyelenggara pemilu.
Webinar nasional ini melibatkan para narasumber pegiat literasi dikalangan KPU dan Bawaslu Jawa Timur. Selain nama-nama yang telah disebut diatas, Narasumber pada webinar ini Imam Nawawi anggota KPU Situbondo, Rangga Bisma Aditya anggota KPU Kota Blitar serta anggota Bawaslu Jawa Timur Totok Hariyono.

Diakhir Webinar, Gogot Cahyo Baskoro menekankan adanya dokumentasi dalam bentuk buku atau dokumentasi visual harus ditumbuhkembangkan pada setiap tahapan pemilu dan pemilihan. Hal ini agar menjadi dokumen yang dapat dipelajari dan bukti sejarah atas perjalanan demokrasi electoral di Indonesia. “Saya cukup mengapresiasi kawan-kawa KPU Kab/Kota yang telah menerbitkan berbagai buku pasca pemilihan serentak 2020. Dan ini harus menjadi tradisi literasi yang selalu dilakukan oleh para penyelenggara pemilu dalam masa ke masa.”tandas Gogot yang juga mantan wartawan. Selain webinar nasional juga dilakukan lounching buku pemilihan karya KPU Kota Blitar. Selain diikuti kalangan penyelenggara pemilu, acara juga diikuti para pegiat literasi di Jawa Timur. Turut mengikuti acara ini Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Kota Kediri, Wahyudi. yud